COARSE GRAINED (Lolos No.200 < 50%) |
GRAVELS (Fraksi kasar lolos No.4 < 50%) |
GW |
Well-graded gravel: Campuran kerikil-pasir bergradasi baik dengan sedikit/tanpa fraksi halus. |
Lapis pondasi bawah (sub-base) jalan, bahan urugan struktur, zona transisi/filter bendungan. |
Padatkan dengan Vibratory Roller untuk kerapatan maksimum. Drainase alami sangat baik. |
Daya dukung tinggi, stabilitas luar biasa. |
| GP |
Poorly-graded gravel: Campuran kerikil-pasir bergradasi buruk atau seragam tanpa material pengisi rongga. |
Bahan pengisi drainase konvensional (french drain), urugan non-struktural ringan. |
Sulit dipadatkan karena ukuran seragam. Berhati-hati jika memikul beban dinamis gempa. |
Daya dukung sedang, meloloskan air dengan cepat. |
| GM |
Silty gravel: Campuran kerikil-pasir-lanau dengan fraksi halus tidak plastis. |
Timbunan tanah umum (embankment), subgrade jalan kelas menengah. |
Kekuatan geser turun drastis jika basah. Pastikan pemadatan dikontrol ketat pada OMC. |
Stabilitas cukup baik, rentan erosi internal (piping). |
| GC |
Clayey gravel: Campuran kerikil-pasir-lempung dengan fraksi halus lempung plastis. |
Inti bendungan zonal (Core) tipe lempung berbatu, timbunan struktural kedap air. |
Kendalikan kelembaban saat pemadatan menggunakan Sheepfoot Roller. Tanah bersifat sangat kedap air. |
Daya dukung baik saat kering, kohesif dan kedap. |
SANDS (Fraksi kasar lolos No.4 ≥ 50%) |
SW |
Well-graded sand: Pasir bergradasi baik, ukuran butiran bervariasi mengisi rongga dengan padat. |
Lapis pondasi jalan raya, beton campuran bermutu tinggi, reklamasi lahan massal. |
Sangat stabil jika dipadatkan dengan alat getar (vibratory) dalam kondisi setengah basah. |
Material luar biasa, gesekan antar butir kuat & padat. |
| SP |
Poorly-graded sand: Pasir bergradasi buruk/seragam, seperti pasir pantai. |
Urugan galian pipa bawah tanah, material filter kasar, pekerjaan reklamasi pantai. |
Sangat rawan likuifaksi saat gempa jika kondisi muka air tanah tinggi. Butuh densifikasi tambahan. |
Struktur berongga banyak, butuh perkuatan geoteknik. |
| SM |
Silty sand: Pasir berlanau, campuran pasir dan lanau halus. |
Bahan timbunan jalan peninggi elevasi, tanggul penahan banjir sekunder. |
Sangat sensitif terhadap kelembaban. Hindari lereng curam tanpa cover karena mudah tergerus hujan. |
Stabilitas marjinal, kehilangan kohesi saat jenuh air. |
| SC |
Clayey sand: Pasir berlempung, campuran pasir dengan lempung kohesif. |
Lining/pelapis kolam limbah domestik, timbunan struktur kedap air ringan. |
Padatkan lapis demi lapis (layer-by-layer) secara merata dengan Sheepfoot Roller. |
Memiliki daya ikat kohesi tinggi, kompresibilitas moderat. |
FINE GRAINED (Lolos No.200 ≥ 50%) |
SILTS & CLAYS (Liquid Limit < 50) |
ML |
Silt: Lanau anorganik berplastisitas rendah, debu batuan halus pudar. |
Timbunan umum ringan bebas beban struktural utama. |
Sangat buruk untuk pondasi langsung. Rentan frost heave atau mudflow saat hujan lebat. |
Hindari pondasi tapak langsung, disarankan pancang deep. |
| CL |
Lean Clay: Lempung anorganik berplastisitas rendah hingga sedang, tanah liat standar. |
Inti kedap air pada bendungan urugan tanah, material struktural tanggul penahan. |
Pastikan pemadatan terkontrol baik. Umumnya aman dari potensi kembang-susut ekstrem batuan. |
Sangat baik untuk menahan air, konsolidasi bertahap. |
SILTS & CLAYS (Liquid Limit ≥ 50) |
MH |
Elastic silt: Lanau elastis/anorganik dengan plastisitas tinggi. |
Jarang digunakan untuk memikul beban struktur teknik sipil secara langsung. |
Sangat tidak stabil dan rapuh meskipun batas cair tinggi. Harus dikeruk (replace) atau stabilisasi kapur/semen. |
Daya dukung sangat rendah, risiko tinggi kegagalan geser. |
| CH |
Fat Clay: Lempung anorganik plastisitas tinggi, sangat lengket dan kohesif kuat. |
Lining dasar TPA sampah/limbah B3, inti bendungan kedap sempurna tanpa rembesan. |
Bahaya ekspansif (Swelling). Tanah mengembang ekstrem saat basah dan retak dalam saat kemarau panjang. |
Kompresibilitas sangat buruk, butuh fondasi tiang dalam. |
| ORGANIC SOILS |
OL |
Organic silt/clay: Lanau atau lempung organik dengan plastisitas rendah. |
Area pertanian, taman vegetasi, bukan untuk rekayasa konstruksi. |
Material membusuk perlahan seiring waktu, menciptakan rongga labil di bawah tanah. |
Tidak direkomendasikan untuk menahan beban bangunan. |
| OH |
Organic silt/clay: Lanau atau lempung organik dengan plastisitas tinggi, berbau humus busuk. |
Zona konservasi ekologi atau lahan basah rawa alami. |
Kapasitas geser tanah mendekati nol jika terganggu akibat aktivitas konstruksi (remolded). |
Wajib dihindari atau gunakan fondasi panggung tiang dalam. |
| HIGH ORGANIC |
PT |
Peat: Tanah gambut berserat tinggi dengan kandungan organik pekat melimpah. |
Habitat lindung alam liar, kawasan perkebunan tanaman spesifik. |
Akan mengalami penurunan ekstrim hingga 80% dari tebal awalnya jika dibebani. Sangat rawan terbakar. |
REJECT MATERIAL. Tidak layak konstruksi tanpa rekayasa radikal. |